Fights for independence Patani State |

|
Patani Darussalam
Independent Online News Angency, information, politik and history.. |

|
|

|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
LUAR NEGERI |
Gerila
Somali Tembak Jatuh Kapal terbang Mata-mata AS |
MOGADISHU SOMALIA: 20 Okt - Gerila
Somali menembak jatuh sebuah Kapal
terbang mata-mata AS yang terbang di atas
bandar pelabuhan selatan,
Kismayu, hari Isnin, dan mencari
puing-puing kapal terbang tanpa
pemandu itu, kata seorang juru
cakap
kumpulan
gerila.
Bulan lalu, pasukan komando AS membunuh seorang
tersangka tokoh Al-Qaeda paling dikehendaki
yang bersekutu dengan gerila al-Shabaab dalam serangan
dengan helikopter di Somalia selatan yang dikuasai kumpulan
Pejuang itu.
"Kami menembaki
Kapal terbang Amerika yang
sedang bermata-mata
untuk mengumpulkan informasi di Kismayu. Pasukan kami
menyerang kapal itu dan
menembaknya dan kami melihat melihat
itu terbakar. Kami menduga kapal
itu jatuh ke laut," kata Sheikh Hassan Yacqub, jurucakap
kumpulan al-Shabaab di Kismayu.
"Kami masih mencarinya," katanya kepada Reuters.
Al Shabaab menguasai banyak wilayah selatan dan tengah
Somalia dimana mereka mengobarkan perang gerila melawan
pemerintah rapuh Presiden Sheikh Sharif Ahmed yang
didukung PBB.
Penduduk Kismayu secara rutin melaporkan melihat
kapal terbang mata-mata tanpa
pemandu yang diduga milik AS, yang diyakini
diterbangkan dari kapal-kapal perang di Lautan India,
terbang di atas Bandar pelabuhan
tersebut.
Sementara itu, penduduk di
bandar kecil Galhareeri
mengatakan, gerila al-Shabaab menghancurkan sebuah
masjid, makam keramat muslim sufi dan sebuah university
muslim sufi di sana pada hari Ahad,
setelah melepaskan tembakan ke udara untuk menghalau
pemrotes tempatan.
Kumpulan itu pada masa silam
menyerang para pemimpin dan tempat-tempat suci sufi
dengan alasan praktik agama mereka bertentangan dengan
penjabaran hukum Islam ketat yang mereka anut.
Seorang jurucakap
Ahlu Sunna Waljamaah, kumpulan
moderat yang memerangi al-Shabaab di kawasan tengah
Somalia, mengecam penyerangan tempat-tempat suci di
Galhareeri.
"Kami mengecam keras al-Shabaab atas tindakan jahat
mereka," kata Abdullahi Sheikh Abu Yusuf kepada Reuters.
Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak
panglima-panglima perang menggulingkan diktator
tentera Mohamed Siad Barre pada
1991. Penculikan, kekerasan mematikan dan perompakan
melanda negara tersebut.
Sejak awal 2007, gerila menggunakan taktik bergaya Iraq,
termasuk serangan-serangan bom dan pembunuhan pegawai,
pekerja bantuan, intelektual dan askar
Ethiopia.
Ribuan orang terbunuh dan sekitar
satu juta orang hidup di tempat-tempat pengungsian di
dalam negeri akibat konflik tersebut.
Pemerintah sementara telah menandatangani perjanjian
perdamaian dengan sejumlah tokoh oposisi, namun
kesepakatan itu ditolak oleh al-Shabaab dan
puak-puak lain oposisi yang
berhaluan keras.
Washington menyebut al-Shabaab sebagai sebuah organisasi
teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan
al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden.
Gerila muslim garis keras, yang meluncurkan ofensif
sejak 7 Mei untuk menggulingkan pemerintah sementara
dukungan PBB yang dipimpin oleh tokoh moderat Sharif
Ahmed, meningkatkan serangan-serangan mereka.
Tiga pegawai
penting terbunuh dalam beberapa
hari, yang mencakup seorang anggota parlemen, seorang
komandan polis Mogadishu dan seorang menteri yang
terbunuh dalam serangan bom berani mati.
Selain pemberontakan berdarah, pemerintah Somalia juga
menghadapi rangkaian perompakan di lepas pantai negara
itu.
Pemerintah transisi lemah Somalia tidak mampu
menghentikan aksi perompak yang membajak kapal-kapal dan
menuntut uang tebusan bagi pembebasan kapal-kapal itu
dan awak mereka.
Perompak, yang bersenjatakan granat roket dan senapan
otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat untuk memburu
sasaran mereka.
Perairan di lepas pantai Somalia merupakan tempat paling
rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim
Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu
antara April dan Juni tahun lalu saja |
|
|
|
|
|
|
|
|